• HOME
  • SEPUTAR PU KEPRI
  •  
  • SEPUTAR DOMPAK
  • GALERI
  • infopukepri.batamtoday.com BETA - Rusak Parah, Jalan Provinsi Jagoh-Dabo Rawan Kecelakaaninfopukepri.batamtoday.com BETA - Rusak Parah, Jalan Provinsi Jagoh-Dabo Rawan Kecelakaan
    Seputar PU Kepri

    Rusak Parah, Jalan Provinsi Jagoh-Dabo Rawan Kecelakaan



    Oleh : Redaksi

    LINGGA - Dari sepanjang 28 km jalan provinsi Jagoh-Dabo, tidak kurang dari 15 km diantaranya, mulai dari Simpang Bandara Dabo Singkep hingga Dusun Pelakak, Desa Kote, Kecamatan Singkep, rusak parak. Akibatnya, arus lalu lintas barang dan penumpang dari Daek menuju Dabo sangat terganggu, karena lobang-lobang di sepanjang jalan yang hingga saat ini masih setia menunggu korbannya.

    Jalan raya Jagoh-Dabo via Kote dibangun pada zaman PT Timah masih beroperasi tahun 1992 lalu, dan telah beberapa kali diperbaiki. Sebanyak enam buah jembatan kayu di sepanjang jalan, telah dibangun menjadi jembatan beton oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri pada tahun 2006 dan 2007 lalu.

    "Masyarakat sangat mengaharapkan Pemprov Kepri, melalui Dinas Pekerjaaan Umum Kepri atau Satker SNVT PJJ Departemen PU Kepri, segera membangun jalan Jagoh-Dabo via Kote. Kondisinya sekarang sangat parah dan rawan kecelakaan, karena sepanjang jalan berlubang semua," kata Wakil Bupati Lingga, H Saptono Mustaqim kepada batamtoday, Selasa (24/2/2009) di Daek, Lingga.

    Jalan raya Jagoh-Dabo merupakan jalan alternatif tersingkat menuju Bandara Dabo Singkep, jika kita dari Daek, ibukota Kabupaten Lingga.

    Sejak beberapa tahun terakhir, lanjut Saptono, korban lakalantas di jalan tersebut meningkat tajam. Bahkan, beberapa diantaranya hingga meninggal dunia. Salah satunya adalah allmarhum Kepala Sekolah SMPN Penuba pada tahun 2006 lalu.

    Namun demikian, Ketua DPD Demokrat Kepri menekankan agar pembangunannya ke depan lebih memikirkan segi manfaat, bukan atas kepentingan tertentu. "Seperti jalan Sugai Tenam di Daek, yang diaspal hotmix. Tapi dalam tiga tahun terakhir, belum ada manfaatnya karena pelabuhan Sugai Tenam belum dimanfaatkan," imbuhnya.

    Ditambahkan Saptono, jika gubernur atau wagub berkunjung ke Lingga, harusnya diajak melewati jalan raya Jagoh-Dabo via Kote. Jangan via Sugai Buluh yang jarak tempuhnya lebih jauh sekitar 20 km itu.

    Salah seorang supir kendaraan umum trayek Jagoh-Dabo, Supratno (35) kepada batamtoday mengatakan, kendati jarak Dabo-Jagoh via Sugai Buluh lebih jauh 20 km dari Dabo-jagoh via Kote, ia terpaksa melewati jalur tersebut demi kenyamanan penumpang.

    "Kalo lewat Kote mau ke Jagoh, penumpang marah. Kita diomeli terus, karena jalannya rusak," ujar Supratno yang mengeluhkan biaya BBM harus ditanggug akibat jarak tempuh yang makin jauh itu.

    ( batamtoday )

    BERITA PHOTO
    images