infopukepri.batamtoday.com BETA - Berkedok Cut & Fill, Aktivitas Tambang Bouksit PT KKBP di Dompak Berjalan Mulusinfopukepri.batamtoday.com BETA - Berkedok Cut & Fill, Aktivitas Tambang Bouksit PT KKBP di Dompak Berjalan Mulus
Seputar Dompak

Berkedok Cut & Fill, Aktivitas Tambang Bouksit PT KKBP di Dompak Berjalan Mulus



Oleh : Redaksi

TANJUNGPINANG - Kegiatan pemotongan lahan (cut & Fill) di Pulau Dompak untuk pembangunan pusat pemerintahan Provinsi Kepri, ternyata dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan dengan melakukan penambangan bauksit secara diam-diam.

Ironis memang, kegiatan penambangan tersebut berjalan mulus tanpa ada pihak yang mempersoalkan, kecuali oleh sebagian kontraktor pelaksana kegiatan pembangunan pusat pemerintahan Kepri itu yang mengatakan, "Salah satu kendala teknis di lapangan adalah kegiatan pertambangan yang dilakukan PT Kereta Kencana Bangun Perkasa (PT KKBP)."

Menanggapi masih beroperasinya penambangan di pusat pemerintahan Provinsi Kepri di Pulau Dompak ini, Pengacara Iwan Kurniawan kepada Batamtoday mengatakan hal itu telah melanggar aturan yang ada.

Menurutnya, peraturan daerah (Perda) Provinsi Kepri tentang pusat pemerintahn Provinsi Kepri di Pulau Dompak, tidak membenarkan kegiatan lain selain aktivitas pembangunan pusat pemerintahan. "Artinya, penambangan bauksit itu illegal. Selain perda, juga telah melanggar UU No. 11 tahun 1967 tentang Pertambangan," jelasnya, Kamis (30/10) malam.

Melihat aktivitasnya yang dilakukan sore hingga tengah malam, Iwan menambahkan, tambang itu bisa mulus karena ada kerjasama antara kontraktor pelaksana dengan pengusaha tertentu, termasuk oknum dari pemerintah.

"Memang bouksit di Dompak kualitasnya bagus dan jumlahnya besar. Cut & Fill itu mungkin kedok aja, untuk mengambil bauksit," ujar Iwan.

Ditempat terpisah, Plt Rukun Warga (RW) Tanjung Siambang Pulau Dompak, Ramli, kepada Batamtoday mengatakan, pihaknya dengan tegas meminta pemerintah Provinsi Kepri untuk menghentikan kegiatan tambang bauksit, apalagi dilakukan secara diam-diam pada sore hingga malam hari.

"Pengusaha jangan seenaknya saja mengambil keuntungan di Dompak, sementara realisasi pembebasan lahan milik warga belum tuntas. Kami sudah dua kali rugi, lahan dihargai murah, sumber daya alam (bauksit-red) dicuri," keluh Ramli.

Ramli menambahkan, PT Kereta Kencana Bangun Perkasa (PT KKBP), perusahaan penambang bauksit di Dompak adalah sub kontraktor salah satu kontraktor utama yang memenangkan terder untuk penimbunan lahan rawa-rawa dan hutan bakau.
Tapi, lanjut Ramli, fakta di lapangan PT KKBP malah membawa tanah yang mengandung bauksit ke tempat pencucian di Kelam Pagi, bekas pencucian bauksit milik PT Antam.

"Ini kan pencurian, kenapa dibiarkan? Ini adalah bentuk ketidak adilan, lahan warga belum selesai dibebaskan, justru tanahnya sudah dikerok untuk mengambil bauksit. Kami warga Dompak tidak setuju dengan hal seperti ini. Sekali lagi kami minta, pemerintah harus tegas. Kok, bisa-bisanya orang lain mengambil keuntungan diatas hak warga masyarakat Dompak," pungkas Ramli.

( Batamtoday )

BERITA PHOTO
images